Thursday, 26 July 2012

MENCIPTA BAHGIA DI WAJAH DUKA


MENCIPTA BAHGIA DI WAJAH DUKA

Kupamer senyum tika hati  menangis
Cuba kucipta bahgia di wajah duka
Agar tiada yang tahu
Kelukaan ini terlalu parah untuk dirawat
Begitu dalamnya luka ini menghujam
Hingga tak bisa kubezakan lagi
Antara tawa dan airmata
Yang keduanya menjadi satu
Dalam butiran hampa

Kuusap semua kesedihan itu
Agar ianya tidak rebah di lapang hatimu
Dan menangis di ujung matamu
Biarkan kulelap tanpa bunga tidur
Dijerat mimpi tanpa penghabisan yang bernoktah
Dan seandainya resah itu
Masih bisa kukucup di hujung malam
Aku hanya ingin menyapamu
Meski hanya lewat semilirnya angin

Desah itu masih setia mengiringiku
Seperti tidak ketemui titik penghabisannya
Kelmarin…terlalu banyak kenangan yang tumpah
Bersama rinai hujan dan mendung yang dicumbu gerimis

Akan kubawa kakiku berjalan
Menjauh dari cintamu
Perlahan tapi pasti
Tertahan tapi tak mampu untuk kukembali

Qalam Bertinta
23072012
1240pm

DI BERANDA LANTAI SYURGAMU


DI BERANDA LANTAI SYURGAMU

Jika esok diri ini kembali menjadi aku
Kudoakan dalam rindu
Semoga cinta dan kedamaian
Tak pernah mengenal arti selamat tinggal
Kuberharap malamku akan setia hingga f ajar tiba
Untuk selalu mendakap hatiku
Dan bila kesendirian
Kuharus bersaksi dalam takdir
Apa pun yang terjadi
Akan kulepaskan airmata ini dengan senyuman
Demi mengumandangkan zikir
Di beranda lantai syurgaMu

Qalam Bertinta
04022012
2240pm

DI JENDELA DUKA INI


DI JENDELA DUKA INI

Ketika siang mula melabuhkan tirainya
Aku masih di sini…di jendela duka yang terbentang luas
Seolah menyapa akan pekatnya malam
Hening, tanpa ada bunyi si unggas
Mendendangkan gemersik alunan
Untuk menghibur akan rawannya hati ini

Pada malam yang panjang ini
Aku pasti akan tetap di sini
Menunggu munculnya sebutir bintang
Yang menjengah membiaskan cahayanya
Agar dapat kurenung di luar jendela itu
Untuk kukenal jalan-jalan pulangku

Dan di akhir sepertiganya malam
Aku masih tetap di jendela ini
Mencari jalan yang bakal kulalui
Tanpa kupasti akan setiap simpangnya
Kerna bintang seolah enggan meminjamkan cahayanya
Dan aku masih dengan kepekatan malam

Pun desahku kian bersambung…!

CINTA DI AKHIR JULAI


CINTA DI AKHIR JULAI

Julai ini datang lagi
Membawa seribu kenangan
Yang pernah terukir di bulan yang sama
Bersenda di rerumputan dan ilalang
Mencipta berbagai kebahgiaan antara kita
Mengukir senyum tanpa ada sedih yang bertandang

Waktu indah itu kini kukenang
Yang terindah pernah kau berikan
Kusemadikan setiap detik itu
Di dalam palung hatiku yang terdalam
Dan tidak mungkin terpadam
Kerana telah kutitipkan
Dengan titisan darah yang ada di tubuh ini

Dan julai kini berlalu pergi
Membawa semua kenanganku
Bersama rasa pedih dan kelukaan
Yang mengusung aku ke penjuru rindu
Dalam keinginan yang pasti
Dalamkeabadian yang hakiki

Dan rindu itu datang lagi…!

BILA CINTA KITA TERSENYUM


BILA CINTA KITA TERSENYUM

Kubentangkan semua keindahan itu
Di hamparan kasih
Yang kita sulam dengan bilah-bilah rindu
Tempat kita duduk bercerita
Bersama mentari petang yang jingga
Merona setiap ungkapan rindu
Diwarna-warni pelangi cinta

Lalu kau pun tersenyum
Seindah syair sang pujangga
Yang menyairkan puisi-puisi puitis
Dan aku pun terlena dalam senyummu
Dengan bunga-bunga tidur menjadi dendanganku
Membuaikan aku dalam harapan yang panjang
Untuk seiring berganding denganmu di taman syurga kita

Dan cinta kita terus tersenyum…!

Cinta  tidak memihak ketika engkau sedang menang. Kata indah cinta akan selalu patuh dengan bisikan mata hatimu. Di saat kau terjatuh, doa akan merangkulmu dan di saat gelap datang, lilin terang akan datang menerangi hatimu…

KEMULIAANMU RAMADHAN


KEMULIAANMU RAMADHAN

Ramadhan
Akhirnya kau tiba
Maka bertasbih akan para malaikat
Menyambut kedatanganmu
Dengan keberkatan yang tidak terhingga
Yang kau bawa bersama kemuliaanmu
Dan yang kau bawa bersama keindahanmu
Terpancar dari masyriq hingga ke maghrib
Membuka seluas-luasnya pintu keampunan
Pada mereka yang mengerti akan keberkatanmu
Dan pada mereka yang mengerti akan anugerahNya

Qalam Bertinta
20072012
2319pm

SELOKA RAMADHAN INI


SELOKA RAMADHAN INI

Ramadhan datang lagi
Bulan yang diberkati dan dinanti
Yang tibanya setahun sekali
Itu pun kepada mereka yang mengerti
Pada mereka yang tak ambil peduli
Dah seminggu ramadhan pun dok tak sedar lagi

Bila dah bulan ramadhan ni
Semua kenalah ingat sendiri
Makan minum tak boleh ikut suka hati
Apa lagi pada siang hari
Silap-silap nanti ada yang naik kereta orang mati

Bulan ramadhan juga bulan menguji
Adakah iman kita seteguh khursyani
Untuk menghadapi semua dugaan nanti
Dan juga untuk lebih mengerti
Hidup seorang miskin mencari sesuap nasi
Yang akan berlapar sepanjang hari
Jika tiada sesiapa yang sudi memberi

Seloka ini sekadar hiburan hati
Tak ada kena mengena baik yang hidup atau pun yang dah mati
Untuk mengingati yang kat luar sana dan diri sendiri
Hidup ini tidak tertegak dengan sendiri
Ada peraturan dan hukum yang mesti diikuti
Barulah kehidupan memberi arti
Baik di mata masyarakat mau pun Illahi
Mati nanti barulah berseri

Sampai di sini
Pena bertinta mohon berhenti
Panjang umur pena ini menari lagi…!

Qalam Bertinta
22072012
1117am
Kulagukan semua perasaanku dalam sekuntum puisi yang kudendangkan dengan irama kenangan...

DAERAH CINTA KITA

DAERAH CINTA KITA
Kembali aku ke daerah ini
Daerah yang pernah menemukan kita
Menyatukan antara dua hati
Di saat antara kita ada cerita yang sama
Terluka angkara cinta durja
Yang pernah menyinari dunia kita
Pada satu ketika dahulu

Di sini
Di tepian danau ini
Kita sering bercerita tentang semua kecewa yang ada
Hingga akhirnya wujud rasa serasi bersama
Dan bunga-bunga mesra pun mula menyapa
Tanpa pernah kita duga
Cinta akhirnya menjadi milik kita

Kerinduan mula menjadi teman
Bila pertemuan terhalang oleh keadaan
Namun semuanya membuatkan kita semakin kuat
Untuk terus menyatukan cinta yang ada
Dengan ikrar yang pernah kita lafazkan
Kita tidak akan terpisah untuk selamanya
Hingga kematian yang menjadi pemutusnya

Dan kini aku kembali lagi ke sini
Dengan setiap kenangan kita masih lagi mengharum
Biarpun tanpa adanya kau bersama
Bersendiri aku di danau ini
Menghimpun doa yang ada
Agar kau sentiasa damai
Di samping Penciptamu di sana

Dan daerah ini kembali sepi

Qalam Bertinta
112/04/2012
22:09pm

HIDUP PUNYA MAKNA

HIDUP PUNYA MAKNA

Sekadar untuk hidup

Kau hanya perlukan makan dan minum

Dan nadimu pasti akan berdenyut

Untuk sehari lagi

Meneruskan kelangsungan hidupmu


Sekadar untuk hidup

Kau juga tidak memerlukan rumah

Tidak memerlukan pakaian cantik

Cukup sekadar pondok-pondok usang

Untuk melindungimu

Dan cukuplah dengan kain kasa

Atau guni jalur

Sekadar menutup tubuhmu dari kedinginan


Tetapi hidup lebih dari itu

Ada tujuan dan matlamat

Ada janji yang mesti ditunaikan

Ada arah untuk dituju

Dan ada kehidupan yang lebih penting

Dari sekadar hanya untuk hidup


Andai hidupmu

Hanya sekadar untuk hidup

Lupakan semuanya

Lupakan tujuan dan matlamat

Lupakan janji dan arahmu

Teruskan saja hidupmu

Hanya sekadar

Untuk bernafas di esok hari

Qalam Bertinta
31/03/2012
11:11am


BULAN KESIANGAN


BULAN KESIANGAN

Di sini
Aku masih berdiri
Menatap langit malam
Membilang satu persatu kejora
Yang muncul dari celahan langking awan
Di saat bulan sembunyi sendu
Melihat huruf-huruf asmara
Terpadam satu demi satu

Kukhabarkan pada bulan
Tentang cerita aku
Yang kuselitkan di celah rekahannya
Ketika kejora masih melenggok malas
Memberi warna di dada langit
Dan ketika pungguk mendayu bulan
Agar segera hadir
Untuk sama bercanda

Aku masih di situ
Setia membilang kejora
Yang kian hilang satu persatu
Tika embun mula menyejuk
Memeluk erat dingin tubuhku
Dan bulan masih sendu
Hingga terlupa malam
Yang semakin menghujung
Dengan warna-warna merah
Membinar di ufuk timur
Dan bulan semakin kesiangan

Qalam Bertinta
02/04/2012
23:09pm

SIAPAKAH YANG HINA


SIAPAKAH YANG HINA

Apa kerjamu?
Buruh membina banggunan
Jawab yang ditanya
Mencebek bibir penanya
Sekadar buruh apa yang ada
Makan pakai sendiri pun tak memadai
Inikan pula nak bagi anak orang makan
Dan cebek si penanya semakin meleweh

Mungkin si penanya lupa
Tempat yang di huninya
Yang terlindung dari panas dan dingin
Yang dianggapnya bak istana
Di bina oleh buruh yang di tanya
Yang jawapannya membuatkan bibirnya mencebek

Jadi di mana hinanya
Seorang buruh binaan
Yang memberimu sebuah istana
Yang kau agung-agungkan
Dan kau hias dengan keindahan
Dan yang kau huni hingga kemati

Andai hina pandanganmu
Akan seorang buruh binaan
Maka hina jugalah
Istana yang kau diami
Dan andai hina anggapanmu
Seorang buruh binaan
Maka hina jugalah kau
Yang mengagungkan istanamu
Yang terbina oleh si buruh binaan
Dari keringatnya
Yang hina di pandanganmu

Qalam Bertinta
03/04/2012
12:35am

BILA RINDUKU BERSIMPUH MALU


BILA RINDUKU BERSIMPUH MALU

Persis dara ayu
Bersimpuh malu penuh santun
Menjeling di balik selendang biru
Tanpa bersuara dan tanpa desah
Dengan aturan nafas penuh adab
Dan dengan senyum yang sentiasa ada

Di situ
Rinduku juga bersimpuh malu
Ketika cinta mula menyapa
Dengan kalimah indah
Diulit lembut bayu
Mengusap wajah rindu
Yang masih tersenyum malu

Menghitung hari-hari
Yang dianyam dengan helai kenangan
Lalu di bentang di juzuk bumi
Menjadi alas sang perindu
Ketika hijab mula terbuka
Dan dengan lafaz bismillah
Menjabat akad ikatan suci
Di antara dua tautan hati
Dan ketika rinduku masih bersimpuh malu

Qalam Bertinta
03/04/2012
10:31am

MENELUSURI JEJAK


MENELUSURI JEJAK

Saat tirai malam merobohkan siang
Terpaku aku pada usikan semalam
Pada sirah-sirah kenangan
Digamit memori pilu
Ketika wangian cinta
Menyerap di segenap alam

Kuhirup semua haruman
Dengan cangkir rindu
Yang kontang di bibir pencinta
Dan hilang tika dahagaku
Masih mengemis
Biarpun dengan hanya setitis cuma

Di saat wangian semakin menipis
Aku cuba menjadi pentafsir
Menghafal setiap jejak
Jejak yang pernah kita telusuri
Di atas larik garis pelangi
Bagi mencari arti persamaan

Ketika basah di kelopak mata
Dan di antara derap yang berbeza
Aku kembali menyedari
Wangian itu bukan untukku
Sekadar mengelilingi
Dan menghilang tanpa ada suara

Qalam Bertinta
04/04/2012
13:00pm

DI AKHIR TITIK PERHENTIANMU


DI AKHIR TITIK PERHENTIANMU

Cuba kuraih seuntai harapan
Dengan tangan yang kian longlai
Di saat kau semakin menjauh
Membawa semua yang kutinggalkan padamu
Tanpa menoleh
Walaupun hanya sekadar sepaling

Langkahmu kusoroti
Dengan pandangan berkaca
Kerna telah kuyakini
Di akhir titik kau berhenti
Tiada lagi aku di situ
Dan kenangan pun terlerai

Kulepaskan tangan ini
Pada raih harapan
Yang tersisa pada kenangan
Ketika semua asaku
Semakin melelah
Dalam leret keluhan panjang

Pergilah
Di waktu upayaku masih tersisa
Kerna jika kau melangkah pergi
Tika upayaku telah kosong
Pasti aku akan rebah tersungkur
Tanpa mampu untuk bangkit kembali

Dan kenangan pun terus menghilang

Qalam Bertinta
05/04/2012
11:19am

KOTA INI


KOTA INI

Kota ini
Tidak pernah mengenal arti malam
Berdenyut kehidupannya
Seperti warganya enggan melelapkan mata
Sekadar berhenti sejenak melepaskan lelah
Sebelum bangkit semula
Untuk kembali meneruskan denyut nadinya

Kususuri
Setiap inci ruang kota ini
Yang kononnya menjanjikan keluarbiasaan
Kepada manusia-manusia seperti aku
Yang terpinggir dari kerlipan neonnya
Dan terasing dari hiruk pikuknya
Untuk membina kehidupan yang hakiki

Cuba kufahami
Susur galur kota ini
Yang rasanya terlalu asing buatku
Untuk kuterjemahkan dalam mencari
Nilai murni kehidupan
Bersama harapan yang kuusung
Dengan impian menggunung

Tapi kota ini
Tidak pernah kenal
Akan harapan dan impian
Kota ini hanya memerlukan
Manusia-manusia yang keras hatinya
Tanpa mengenal batas-batas ampun
Dan tanpa mengenal sempadan kemanusiaan

Kini aku mengerti
Kota ini bukan untukku
Bukan untuk manusia yang hanya punya semangat
Kerna kota ini
Tidak pernah menjanjikan apa-apa
Jika hadirmu ke perutnya
Hanya dengan harapan
Yang cuma seinci

Qalam Bertinta
06/04/2012

BERAKHIRNYA MUSIM KENANGAN


BERAKHIRNYA MUSIM KENANGAN

Kusemadikan semua memori itu
Di pusara cinta yang tak bertanda
Agar wangian putihnya kemboja
Mengharum pada merahnya tanah
Dengan haruman cintaku
Yang tidak pernah berakhir

Kukesat airmata ini
Di senduku yang terakhir
Dengan saputangan kenangan
Untuk kuabadikan
Semua sandiwaramu
Di lipatan hati yang terluka

Setiaku masih di sini
Biar membeku pada musim yang beranjak
Tidak pernah aku berpaling
Dari semua harapan
Kerna di kamar hati ini
Yang sentiasa percaya
Ruang untukmu masih ada

Qalam Bertinta
08/04/2012
22:41pm

SEPI INI


SEPI INI

Sepi ini seperti mengajak aku
Berilusi tentang semalam
Untuk merona warna-warna mimpi
Yang terbit di sepertiga malamku
Mengkhayalkan aku dalam elusan fantasimu
Ketika lenaku masih di ambang pejam

Sepi ini mengundang seribu makna
Pada wajah malam
Mencerminkan duka yang larut
Dalam sungai airmata
Yang mengalir lesu
Dengan sendu yang panjang

Sepi ini tidak pernah mengerti
Sebagaimana mengertinya aku
Tentang sebuah kehilangan
Yang terbang bersama langit malam
Tanpa ada sebarang suara
Walaupun hanya sekadar
Ucapan selamat tinggal
Dan sepi pun terus bertandang

Qalam Bertinta
10/04/2012
10:19am

MASIH ADA RUANG UNTUK CINTA


MASIH ADA RUANG UNTUK CINTA

Rintik-rintik hujan itu
Adalah airmataku
Menitis dari langking langit
Hitam dan kelam
Yang menitik jadi kaca
Menoreh seribu kepedihan
Dan darah itu adalah aku
Mengalir ke muara duka
Ketika senyumku semakin hambar
Di ulas bibirku yang melesi

Di ujung muara
Kulepaskan semua perasaan
Tika hujan masih menggila
Agar segera menghilang
Menghapuskan semua kedukaan
Yang terpalit di kaki harapan
Dan setia itu aku
Dengan janji terpahat kukuh
Hingga ke juzuk bumi ke tujuh

Di akhir muara itu
Aku berhenti tuk menghirup udara
Mengisi setiap ruang di dada
Untuk aku terus bernafas
Kerna keyakinanku tidak pernah goyah
Mengutip kembali puing-puing kebahgiaan
Untuk kucantumkan semula
Menjadi kepingan hati
Kerna aku percaya
Ruang untuk cinta
Masih lagi ada

Qalam Bertinta
10/04/2012/
21:47pm

MAHARMU ADALAH AIRMATAKU


MAHARMU ADALAH AIRMATAKU

Satu ketika dulu
Akulah segalanya bagimu
Kita bersama berganding
Untuk membina harapan
Yang kita pacu bersama
Di waktu asmara kita masih bertaut

Kupaterikan semua janji
Yang kita cipta di setiap bicara
Dengan segala harap
Dan keyakinan yang ada
Kau akan kumiliki
Untuk bernaung di syurga impianku

Namun kini
Semuanya entah kemana
Di saat gelora asmaraku membadai hebat
Kau berundur dari semua perjanjian
Yang pernah kau nyanyikan dulu
Bahawa aku adalah milikmu

Akhirnya aku sedari
Tiada janji yang benar-benar ditepati
Apa lagi fitrahmu sebagai manusia
Mudah alpa dan terleka
Dan dengan maharmu adalah airmataku
Kukuburkan semua harapan
Di kuburan cintaku

Qalam Bertinta
11/04/2012
23:19pm

DAUN-DAUN CINTA YANG GUGUR


DAUN-DAUN CINTA YANG GUGUR

Daun-daun cinta
Yang gugur pada musim luruh
Kukutip satu persatu
Kutemukan satu nama
Yang hurufnya semakin memudar
Lalu aku tenggelam dalam hening yang panjang
Bersama ranting yang semakin menyepi

Bersandar pada sisa ingatan
Kusulam dengan racik-racik kesalan
Berbaur dengan dendam dan benci
Yang cuba kusematkan
Di dada langit….di dada awan….di dada hati
Agar dapat kuhapuskan setiap huruf namamu
Dari segenap ruang di hati ini

Di kala kesedaran kembali ada
Kuraup wajah dengan seribu kesalan
Tidak ingin aku menoda cintaku
Apa lagi mencemar anugerahNya
Kerna semakin kufahami
Bercinta tidak semestinya memiliki
Dan memiliki tidak semesti selamanya

Di akhir kesalan itu
Kuyakinkan diri
Tak akan kubina jurang dendam antara kita
Dan akan kuusir semua rasa tuk membencimu
Akur pada takdirku dan kejadianmu
Terciptanya kau bukan untukku
Dan lahirku juga bukan untukmu

Qalam Bertinta
12/04/2012
11:11am

HIDUP INI PERJUANGAN


HIDUP INI PERJUANGAN

Langkahkan kakimu
Seteguh khursani di pasak bumi
Dengan semangat mengalah yang tak pernah ada
Demi untuk melalui satu kehidupan
Yang penuh kekerasan ini

Tetapkan hatimu
Tekad pada tujuan hidupmu
Tempuhi segalanya dengan penuh kejituan
Pasti di hadapan sana
Ada tangga kejayaan yang menanti untuk kau daki

Ayuh…bersama kita
Dengan langkah yang sederap
Berganding dengan satu harapan
Membentuk jati diri
Mengikut acuan kita sendiri
Tanpa anasir lain yang mencampuri

Perjuangan kita, kita teruskan…!

QALAM BERTINTA
20/05/2012
13:05PM