Thursday, 30 August 2012

CERITA TENTANG RINDU, SAYANG DAN CINTA


CERITA TENTANG RINDU, SAYANG DAN CINTA

Pada kaki langit maghrib
Ada warna jingga sembunyi malu
Semalumu menyuarakan rasa
Rasa rindu
Rasa sayang
Rasa cinta

Namun pada warna kelam malam
Aku bisa melihat
Biarpun suram dalam bicara
Namun masih bersinar di dalam hati
Melihat tentang rindumu
Melihat tentang sayangmu
Dan melihat tentang cintamu
Ada ketenangan yang terpancar

Pada bening subuh
Ada sinar pagi yang menjernih
Sejernih embun kasihmu
Menitis di telapak tanganku
Seperti mengajak aku mendakap semua perasaanmu
Dalam dakapan lembut seorang kekasih
Mengusap halus di bibir syahadahmu

Dan di balik suria yang muncul dalam kelembutan
Aku mengerti kini akan semuanya
Rasa rindumu
Rasa sayangmu
Dan rasa cintamu
Terukir dalam lukisan abadi
Untuk kusemayamkan dalam teluk hati
Bersama semua perasaanku
Tanpa pernah tercabar
Oleh teriknya mentari tengahari

Qalam Bertinta
16062011

PUISI UNTUK RUSUK KIRIKU


PUISI UNTUK RUSUK KIRIKU

Kautidak rasa
Tapi aku berjalan sendiri
Di bawah lebat hujan
Menjajar sebuah langkah
Yang mendatar jadi keluhan

Kautidak faham
Tapi di hujung terowong
Aku disambut suria suam
Membisikkan semangat paling membakar
Yang hingga kini bernyala garang

Kautidak tahu
Di akhir perjalananku
Aku simpan semua cinta bahagia
Yang kukumpul padu jadi hidupku

Dan kauberdiri
Di ambang gerbang syurga
Menjadi pemimpin simfoni
Dendangan suara bidadari
Nyanyikan aku lagu paling mendayu
Sebuah lagu selamat datang

Qalam Bertinta
01062011

CINTA YANG KECUNDANG


CINTA YANG KECUNDANG

Suram dan hujan pagi ini
Membataskan ilham dan ingatan
Ingin aku berpuisi pada rintik yang turun
Namun semuanya terlontar di genangan
Yang semakin membesar

Hati…
Tidakkah kausedari
Nun jauh di sana
Seorang kekasih merintih pada takdir
Menghela nafas dengan kristal jernih deras di pipi
Hati…
Tidakkah kaumengerti
Di sini…seorang kekasih
Termanggu dalam seribu pertanyaan
Akukah yang tersilap bicara
Atau bicaraku yang sukar difahami

Hujan…
Menangiskah kaudengan tangisanku
Menangiskah kaudengan kesedihanku
Atau menangiskah kau
Dengan cerita lara
Antara aku dan dia
Rintik…
Akan kuraup setiap butiranmu
Kukepal dalam genggaman harapan
Kusulam menjadi arca kristal
Agar di suatu waktu mendatang
Akan kurenungmu
Dengan kenangan sebuah cerita sendu
Cerita tentang sebuah pengorbanan
Cerita tentang cinta yang kecundang
Dan yang pastinya
Cerita tentang kaudan aku

Dan hujan pun semakin merembas…!

Qalam Bertinta
27052011

TENTANG KITA


TENTANG KITA

Ombak tidak bisa mengerti
Pada deburan hati
Angin juga tidak pernah memahami
Tiupan lembut rindu
Namun dalam terjahan ombak
Ada cerita yang ingin kuperdengarkan
Dalam angin juga
Ada irama yang ingin kudendangkan
Bersenandung dalam sebaris ceritera
Cerita tentang kesedihan
Cerita tentang kegembiraan
Dan cerita tentang kita

Dalam ulitan lesu penantian terakhir
Ada raut bahgia pada jaluran rasa
Mengungkap misteri persoalan
Yang terendam dalam litup pertanyaan
Menanti pasrah pada titik jawapan
Biar digoncang tiupan sangkakala
Penantian ini tidak pernah bernoktah
Akan terus bercerita
Tentangkau
Tentang aku
Tentang kita

Biarkan ombak terus membadai
Kerna di situ…dalam buih terkilau
Ada harapan tersandar
Dan angin kini mengerti
Ada rindu yang tidak pernah berakhir

Qalam Bertinta
01062011

SETEGUH HARAPAN


SETEGUH HARAPAN

Dan…
Tika terlitup oleh pandangan suri
Aku mengintip dengan pandangan hati
Mengerti ada beza antara kita
Lantas…
Aku pasrah padanya
Cuma aku yang cuba mengukir takdirku
Dengan kalam tadbir yang tidak pernah akur
Pada rentak dan irama hidupku
Terkadang kelam
Terkadang sumbang

Dan…
Di sisir pantai hatimu
Kutebarkan jala cinta
Agar terperangkap semua rasa yang ada
Di hatimu dan hatiku
Dengan seteguh harapan
Agar di musim-musim yang mendatang
Aku akan berupaya memelukmu
Dengan bisikan di telingamu
“Aku bahgia kaumenjadi milikku”
Biarpun aku pasti
Tadbirku tidak mungkin mampu
Mengatasi takdirNya

Qalam Bertinta
30052011

CATATAN SEORANG PERINDU


CATATAN SEORANG PERINDU

Maaf
Kerna sering mengundangmu
Lewat mimpi-mimpi indahku
Saban malam

Maaf
Kerna sering membisu
Pada ketukanmu yang berulang
 Di pintu kamar hatiku
Sedang pada realiti
Akulah seorang perindu
Yang resah menunggu malam
Untuk terus bermimpi tentangmu
Yang mengintai di sebalik tabir
Merindui ketukanmu

Mungkin esok
Bersama siulan beburung pagi
Pintu kamar ini akan terbuka
Lalu aku pun
Terus menjemputmu masuk

Qalam Bertinta
12012011