Sunday, 29 July 2012


Hanya diperlukan waktu seminit untuk menafsir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang…

AKU DAN MENDUNG


AKU DAN MENDUNG

Mendung pagi ini
Dingin yang membungkus
Seolah mengerti akan rawannya hati
Yang menerjang semua kegelisahan
Dan awan pun berlalu silu
Meninggalkan kelabunya dada langit
Kelam, kusam dan suram
Seperti menutup semua pancaindera
Bisu, kaku dan membatu

Aku dan pagi
Seperti ada keserasian bersama
Dalam mencari cerahnya langit
Agar ada cahaya terang yang menyinar
Untuk mengusir semua kemendungan
Yang menaungi tenangnya hati
Mengundang resah yang menggelisah
Melontarkan aku ke dasar lara
Lemas di daratan kontang

Mendung masih di situ
Kian gelap dan menghitam
Seolah membendung semua duka
Yang telah lama tersimpan
Lalu berarak mencari ruang
Untuk mencurahkan semuanya
Menjadi airmata

Dan hujan pun semakin melebat…!

DOSA SEMALAMKU


DOSA SEMALAMKU

Tika ingatan semalam menerjah ke akal fikirku
Baru aku sedari kau bukan lagi kepunyaanku
Dan aku juga baru mengerti
Bahawa kini…seperti dulu
Sepi dan sendiri kembali menemaniku
Hanya kerna tafsiranku yang silap
Kau berlalu meninggalkan aku
Membawa lara hatimu yang luka

Menyedari diri ini bersendirian
Membuatkan aku semakin menghargai
Waktu-waktu yang pernah kita lalui bersama
Kerna semua keindahan itu
Pastinya tidak akan kutemui bersamamu lagi
Kerana kamar hatimu telah kau tutup rapat
Untuk aku kembali menghuninya

Dan kini biar berjuta sesalku
Aku tidak mampu tuk mengundurkan waktu-waktu semalam
Agar dapat kembali berganding denganmu
Moga dapat kusingkirkan kerterlaluan sikapku
Yang membuatkan kau melangkah jauh
Meninggalkan aku dengan dosa yang aku cipta sendiri
Atas semua keegoanku ketika bersamamu

Pun tangisku tidak lagi bersenandung!

ATAS NAMA CINTA


ATAS NAMA CINTA

Kupetik sebuah cinta
Dari ranting kasih
Yang dihias dengan daunan sayang
Untuk kusematkan di kelambu hati
Agar dapat kuselimutkan dengan selimut rindu
Moga lenaku nanti malam
Akan diulit dengan keindahan bunga-bunga tidur

Kuserahkan semuanya
Pada satu nama yang bergelar cinta
Kerana aku percaya
Cinta tidak pernah berdusta
Cinta juga tidak pernah mengecewakan
Dan cinta juga dicipta
Untuk insan yang jujur menghargainya

Terima kasih Allah
Kerna menganugerahkan rasa cinta di jiwa ini…!

ANDAI SEMALAM MILIKKU


ANDAI SEMALAM MILIKKU

Andai semalam masih aku miliki
Pastinya hari ini kita masih lagi bersama
Menyusun setiap aksara cinta kita
Yang di payungi dengan warna-warna bianglala
Dan kita jaga setiap huruf yang ada
Agar tidak kabur dibasahi tetes embun
Aku pun di situ…bersandar di bahumu
Sambil menatap akan teduh sinar matamu
Dan menghitung setiap kata cintamu
Untuk kubukukan di perpustakaan hati ini
Moga akan dapat kuulang semula setiap katamu
Ketika rindu mula bertandang

Andai semalam masih aku miliki
Pastinya hari ini kita masih lagi bercanda
Menyusur kebahgiaan sambil berpimpin tangan
Menghitung setiap kuntum bunga tanjung yang jatuh
Dan kuanyam satu persatu kuntuman itu
Untuk kujadikan kalongan di lehermu
Biar keharumannya akan terus mewangi
Sewangi cinta kita yang tidak pernah terhijab
Di antara pandanganku dan pandanganmu
Dan kita satukan semua keindahannya
Bersama setiap rasa yang kita ada
Dalam relung hati kita yang paling dalam

Namun semalam bukan milikku…!
 

BERSAMAMU ADALAH KEINDAHAN SEMPURNA


BERSAMAMU ADALAH KEINDAHAN SEMPURNA

Ingin kutuliskan semua keindahan itu
Di dalam kamus hati ini
Agar ianya akan tetap bersemadi
Biarpun semua keindahannya
Telah kau cemari dengan tuba sengsara
Kerana bersamamu…biarpun terluka
Adalah satu keindahan yang amat sempurna
Dan di setiap penjuru hati ini
Telah kunukilkan namamu
Biarpun tintanya adalah airmataku
Namun kubingkaikan dengan kenangan kita
Yang akan terus abadi
Hingga ke tarikan nafasku yang terakhir


Salam teristimewa salam terakhir…!

KENANGAN YANG TERUSIR


KENANGAN YANG TERUSIR

Dalam kelana gundahku
Kucuba mengusir setiap kenangan
Yang datang seperti tusukan panah
Menikam dan menembusi
Tanpa ada rasa ampun

Dalam lelah yang panjang
Nafasku seperti terhenti
Dengan kelukaan yang kian parah
Aku seret semua kedukaan
Bersama harapan yang menghilang

Dan di persimpangan itu
Aku berhenti untuk mencari arah
Agar dapat kuubati kelukaan ini
Moga esok, aku akan kembali berdiri
Sebagai lelaki yang punya arti

Gundahku pasti akan terhenti…di sini

NILAI SEBUAH PERSAHABATAN


NILAI SEBUAH PERSAHABATAN

Persahabatan
Satu nilai yang paling teguh
Sebuah kecenderungan yang kuat
Di antara dua orang
Untuk memperkenalkan kebaikan dan kebahgiaan
Di antara satu sama lain

Persahabatan
Di bentuk dalam kesukaran bersama
Sebagaimana besi yang dipersatukan
Dengan api yang paling panas
Kukuh termetri

Persahabatan juga
Umpama menyalakan api
Agar menyala dengan terang
Dengan meletakkan dua batang kayu
Cukup dekat untuk saling menghangatkan
Dan cukup jauh untuk berpisah

Dan
Sahabat sejati
Pasti muncul di waktu kesukaran
Dan teman hanya muncul bila memerlukan
Pun bila kekayaan menggelilingimu

Qalam Bertinta
30/03/2012
12:07noon
 

PANDANGAN RINDU


PANDANGAN RINDU

Di jendela itu
Ada pandangan suram
Merenung jauh ke laman rindu
Berlantaikan permaidani merah
Merah darah
Bayangan pada satu kelukaan
Yang terdalam

Merenung pada bilah-bilah duka
Berkilatan dengan asahan sengsara
Menghiris setiap helaian
Tabir-tabir kenangan
Yang jatuh satu persatu
Berserak menjadi perca
Ketika rindu semakin menjauh

Jendela itu
Menjadi saksi pada kenangan semalam
Yang dicipta dengan bening airmata
Ketika rindu masih enggan berpaling
Dan berlalu dengan senyum terpaksa
Dengan lambaian semakin melemah
Dan renunganku semakin panjang

Pandangan itu masih ada
Ketika daun jendela kututup
Dengan tarikan nafas panjang
Moga esok
Bisa kubuka kembali
Dengan pandangan rindu
Yang tidak akan berakhir

Qalam Bertinta
25/03/2012
09:58