KOTA INIKota ini
Tidak pernah mengenal arti malam
Berdenyut kehidupannya
Seperti warganya enggan melelapkan mata
Sekadar berhenti sejenak melepaskan lelah
Sebelum bangkit semula
Untuk kembali meneruskan denyut nadinya
Kususuri
Setiap inci ruang kota ini
Yang kononnya menjanjikan keluarbiasaan
Kepada manusia-manusia seperti aku
Yang terpinggir dari kerlipan neonnya
Dan terasing dari hiruk pikuknya
Untuk membina kehidupan yang hakiki
Cuba kufahami
Susur galur kota ini
Yang rasanya terlalu asing buatku
Untuk kuterjemahkan dalam mencari
Nilai murni kehidupan
Bersama harapan yang kuusung
Dengan impian menggunung
Tapi kota ini
Tidak pernah kenal
Akan harapan dan impian
Kota ini hanya memerlukan
Manusia-manusia yang keras hatinya
Tanpa mengenal batas-batas ampun
Dan tanpa mengenal sempadan kemanusiaan
Kini aku mengerti
Kota ini bukan untukku
Bukan untuk manusia yang hanya punya semangat
Kerna kota ini
Tidak pernah menjanjikan apa-apa
Jika hadirmu ke perutnya
Hanya dengan harapan
Yang cuma seinci
Qalam Bertinta
06/04/2012
0 comments:
Post a Comment