Wednesday, 29 August 2012

RINDU INI MASIH SETIA



RINDU INI MASIH SETIA

Sayang...
Dalam menongkah arus rindu ini
Tidak pernah ada rasa lelah
Tidak pernah ada jemu
Biar bertukar musim
Rindu ini masih setia di sini
Sesetia aku menantimu
Dalam raut suci
Wajah sebuah cinta

Sayang...
Biar terlepas masa bahgia kita
Aku tidak pernah kecewa
Kepastianku setinggi Himalaya
Sedalam Atlantik
Pasti kau akan kutemu
Walau dalam litup waktu yang berbeza
Dan terasing dalam ikatan suci
Namun tidak pernah terpinggir
Dari lipatan hati

Dan...
Khusyuk sujudku di sejadah
Bertafakur dalam doa yang panjang
Agar ikatan suci dan lipatan hati
Bersatu dalam maksud yang penuh arti
Biarpun mungkin cuma
Di lantai syurga kita bersenda
Namun syukurku tidak pernah berpaling
Pada Pencipta
Kerna anugerah suciNya
Masih mampu kupertahankan
Demi sebuah rindu yang terdalam

Dan rindu ini datang lagi...!

Qalam Bertinta
08062011

DI SINI


DI SINI

Di sini
Lelah dalam mencari
Arti setia pada takdir
Arti kasih pada kelangsungan janji

Di sini
Dalam sebuah jasad
Yang mengheret kelukaan
Terlerai bersama kenangan
Tersungkur seiring harapan

Di sini
Berdiri teguh sang pencinta
Mendamba senyum
Pada wajah suram

Biarkan
Pencarian ini bersambung musim
Untuk menyulam racik kesalan
Agar bertaut menjadi hamparan
Kerana setiaku
Masih di sini...!

Qalam Bertinta
14/07/2010

MENAFSIR SUNYI


MENAFSIR SUNYI

Kutemui senyummu di langit
Setelah lama menjadi penanti
Pada bulan yang menyulam angkuh
Dari perca awan musim sepi

Bagaimana aku bisa menjadi pentafsir
Pada sunyi yang berbicara bahasa malam
Pada hati yang bersuara dalam diam
Tatkala leka meresahkan waktu
Dan asyik menganyam takdir

Tenang ini teracik gerimis
Menetes dari langking langit
Menyatu jadi embun...jadi tasik
Yang mencerminkan wajah siang
Mewarnai bianglala dalam gelita

Betapa aku masih mahu melukis
Setia pada langit senja
Dengan warna-warna gembira
Sampai akhir penantian ini

Akhirnya
Kutemui senyummu di langit
Setelah lelah menjadi penanti
Dan aku memilih untuk mencari

Qalam Bertinta
13022011

DALAM DIRI


DALAM DIRI

Menghitung rebahnya hari
Laksana bingkisan luka bermusim
Basah di kelopak mata
Menatap catatan gelisah
Umpama kejat mimpi sepermainan
Menjeruk di kolam rasa

Berkali aku cuba menghafal
Ungkapan indah dari genta purba
Perihal langit dan bumi
Mencari paksi antara tiangnya

Dengan bahasa mudah
Aku ingin faham indah pualam
Hidup barangkali kelangsungan

Bukan buih ombak
Bukan gelombang
Tidak sesekali landai
Kerdilnya diri ini
Sezarah pasir pantai

Qalam Bertinta
23102010

KISAH KAU DAN AKU


KISAH KAU DAN AKU

Telah kucoretkan dulu
Cerita cinta itu
Lalu kau menatapnya
Dan kuterima pujianmu
Yang tak terduga

Cerita itu kisahku
Tika diri mencari-cari arti
Tika cinta mula bersemi
Katamu dia adalah aku
Kataku dia adalah engkau
Kita bungkam dalam persoalan
Sampai kini tiada jawapannya

Mungkin bila ketemu
Kau akan bertanya
"Kisah siapakah itu?"
Aku dalam lembut memujukmu
Cerita itu benar
"Kisah kau dan aku"

Qalam Bertinta
05032011

ALGORITMA LAUT DAN HUJAN


ALGORITMA LAUT DAN HUJAN

Bila engkau seumpama laut dan hujan
Algoritma ini menerbitkan ombak dan hujan
Ombak itu pelukan
Hujan itu deras bisikkannya
Dan gemuruh adalah dentum cinta
Yang tak henti menghentam dada
Menghujamkan airmata ke penjuru semesta
Menjelma kepak-kepak camar
Yang menjaga samudera
Perahu itu aku

Di ujung tanjung
Debar jantungmu melambungkan ombak
Jemarimu menggulung rindu
Di ujung kelambu kalbu
Bermanja menghelai lembar demi lembar rambutmu
Seakan menyisir pantai
Pasir adalah kanvas perjalananku
Tempat setiap jejak kucetak dengan sajak
Jejak yang kauhimpunkan di lengan ombak
Memelukku...pantai itu aku
Selalu rapat di sisimu

Hujan...Di sudut buku kata-kata berdesakan
Memasuki guguran hujan
Langit seakan berkilatan
Menggoreskan tanda seru
Cahaya menjelma gemuruh
Hujan membasuh unggun sajakku
Menggeramas setiap aksara
Mengenangi ruh huruf dan bening airmata
Lalu tersisa sebagai butiran
Yang menitis di akhir kalimah
Dan di halaman berikutnya itu aku
Aku yang selalu hanyut bersamamu

Qalam Bertinta
15062010

RUMAH AWANMU


RUMAH AWANMU

Ceritakan padaku
Tentang pedihnya sebuah kehilangan
Yang terbang di atas awan senja...merah saga
Dan menyisakan ngilu menikam dada
Dalam derap waktu yang bergegas
Agar segera kubaluri hatimu
Dengan sejuk bening embun
Dan tulus cintaku

Ceritakan padaku
Tentang perihnya sebuah pengorbanan
Yang membakar habis segenap asamu
Dan meninggalkan sepotong lara
Mengendap di dasar kalbu
Agar kubuatkan untukmu
Rumah di atas awan
Tepat di puncak larik pelangi
Yang kubangunkan dari setiap desir rindu dan khayalku
Merangkai impian bersamamu
Dari bilik hatiku yang sentiasa percaya
Kebahgiaan kita adalah keniscayaan
Yang tak terlerai

Qalam Bertinta
23032011

MUARA BERNAMA CINTA


MUARA BERNAMA CINTA

Titis hujan yang melambai di kaca jendela
Ia mencari alamat sungai
Aku mencari alamat hatimu
Kutemukan telaga
Sebuah genangan sunyi
Tanpa ombak...tanpa nyanyi
Lalu kutenggelam dalam bening puisi
Itulah yang istimewa tentang dirimu
Ketika segayung hujan membasuhi telapak tanganmu
Aku terhanyut di situ
Lautan teduh dakapanmu
Maka aku menyamar hujan...memelukmu deras
Mencium parasmu dengan kecup rintik
Yang takpernah tuntas

Di telapak tanganmu
Aku mengembara tanpa henti
Menyusuri garis-garis keberuntunganku
Setiap garis adalah makna
Membawaku pada muara bernama cinta
Aku di situ...melukis sawah-sawah yang menguning
Dengan jejak hidupku
Rerumputan, ilalang, kenangan
Dan bunga-bunga rindu
Airmata dan semesta...hujan dan doa
Membentangkan tenda cahaya
Tempat kita menghabiskan waktu dan bara
Setiap bintang adalah kurnia
Setiap titik waktu yang kupetik untukmu

Aku ingin menulis
Seperti sebaris embun
Yang kauselipkan pada selaris kuntum di bibirmu
Cukup manis walau hanya sebait senyum
Aku tahu
Puisi takselalu tercipta dari kata
Tapi hanya dengan kata
Aku mampu menceritakan puisi ini padamu

Qalam Bertinta
09042011

DOA BUAT TEMAN (Untuk Teman Sealiran – Nurjiee Firdausi)


DOA BUAT TEMAN
(Untuk Teman Sealiran – Nurjiee Firdausi)

Dan dikejauhan ini
Dalam sujudku yang panjang
Dengan penuh kerendahan diri
Aku memohon padaMu Ya Allah
Lepaskanlah dia dari deritanya
Berikanlah dia kehidupan baru
Kau berilah peluang kepada sahabat kami ini
Untuk terus menikmati keindahan ciptaanMu
Dan untuk terus mensyukuri setiap pemberianMu
Ya Allah
Biar hanya di alam maya kami bertemu
Namun keakraban seperti bertahun telah kami lalui
Kami tidak mahu kehilangannya
Namun...andai sudah sampai masanya
Untuk Kau ambil kembali akan ciptaanMu ini
Apalah daya kami untuk mengatasinya
Kami redha seredhanya
Dan hanya doa serta airmata saja
Yang mampu untuk kami iringinya
Agar tempatnya di sana nanti
Telah Kau sediakan dengan haruman kasturi
Dan disambut dengan barisan bidadari
Yang mengucapkan selamat datang

Ya Allah...
Kembalikanlah senyumannya
Dan kegembiraan kami
Amin Ya Rabbal a'lamin

Qalam Bertinta
29082012
2039pm


DONGENG CINTA KITA


DONGENG CINTA KITA

Seandainya matahari
Kau beritahu indahnya malam
Melihat bintang-bintang sambil berbaring
Di atas jambangan lapang...bung rumputan
Tetapi engkau hadir di sisiku
Dengan bara melampaui hangatnya matahari
Embun yang turun pun menjelma api
Membakar langit...yang hanyut di sudut mataku

Tak ada puisi di mambang senja itu
Jika kau takmembisikkannya untukku
Membangunkan aku dari tumpukan kertas mimpi
Engkau menggelitik ujung penaku
Menggoda setiap kata untuk menari bersamamu
Menggelilingi api unggun terbakar
Dan berterbangan...menjelma bintang-bintang
Lihatlah huruf-huruf cinta itu
Menyusun dongeng di cakrawala
Dongeng yang nyatanya menyusul
Keabdian cinta
Kau dan aku

Qalam Bertinta
19052011