MASIH
ADA RUANG UNTUK CINTA
Rintik-rintik hujan itu
Adalah airmataku
Menitis dari langking langit
Hitam dan kelam
Yang menitik jadi kaca
Menoreh seribu kepedihan
Dan darah itu adalah aku
Mengalir ke muara duka
Ketika senyumku semakin hambar
Di ulas bibirku yang melesi
Di ujung muara
Kulepaskan semua perasaan
Tika hujan masih menggila
Agar segera menghilang
Menghapuskan semua kedukaan
Yang terpalit di kaki harapan
Dan setia itu aku
Dengan janji terpahat kukuh
Hingga ke juzuk bumi ke tujuh
Di akhir muara itu
Aku berhenti tuk menghirup udara
Mengisi setiap ruang di dada
Untuk aku terus bernafas
Kerna keyakinanku tidak pernah goyah
Mengutip kembali puing-puing kebahgiaan
Untuk kucantumkan semula
Menjadi kepingan hati
Kerna aku percaya
Ruang untuk cinta
Masih lagi ada
Qalam Bertinta
10/04/2012/
21:47pm
Rintik-rintik hujan itu
Adalah airmataku
Menitis dari langking langit
Hitam dan kelam
Yang menitik jadi kaca
Menoreh seribu kepedihan
Dan darah itu adalah aku
Mengalir ke muara duka
Ketika senyumku semakin hambar
Di ulas bibirku yang melesi
Di ujung muara
Kulepaskan semua perasaan
Tika hujan masih menggila
Agar segera menghilang
Menghapuskan semua kedukaan
Yang terpalit di kaki harapan
Dan setia itu aku
Dengan janji terpahat kukuh
Hingga ke juzuk bumi ke tujuh
Di akhir muara itu
Aku berhenti tuk menghirup udara
Mengisi setiap ruang di dada
Untuk aku terus bernafas
Kerna keyakinanku tidak pernah goyah
Mengutip kembali puing-puing kebahgiaan
Untuk kucantumkan semula
Menjadi kepingan hati
Kerna aku percaya
Ruang untuk cinta
Masih lagi ada
Qalam Bertinta
10/04/2012/
21:47pm

0 comments:
Post a Comment