Thursday, 30 August 2012

CERITA TENTANG RINDU, SAYANG DAN CINTA


CERITA TENTANG RINDU, SAYANG DAN CINTA

Pada kaki langit maghrib
Ada warna jingga sembunyi malu
Semalumu menyuarakan rasa
Rasa rindu
Rasa sayang
Rasa cinta

Namun pada warna kelam malam
Aku bisa melihat
Biarpun suram dalam bicara
Namun masih bersinar di dalam hati
Melihat tentang rindumu
Melihat tentang sayangmu
Dan melihat tentang cintamu
Ada ketenangan yang terpancar

Pada bening subuh
Ada sinar pagi yang menjernih
Sejernih embun kasihmu
Menitis di telapak tanganku
Seperti mengajak aku mendakap semua perasaanmu
Dalam dakapan lembut seorang kekasih
Mengusap halus di bibir syahadahmu

Dan di balik suria yang muncul dalam kelembutan
Aku mengerti kini akan semuanya
Rasa rindumu
Rasa sayangmu
Dan rasa cintamu
Terukir dalam lukisan abadi
Untuk kusemayamkan dalam teluk hati
Bersama semua perasaanku
Tanpa pernah tercabar
Oleh teriknya mentari tengahari

Qalam Bertinta
16062011

PUISI UNTUK RUSUK KIRIKU


PUISI UNTUK RUSUK KIRIKU

Kautidak rasa
Tapi aku berjalan sendiri
Di bawah lebat hujan
Menjajar sebuah langkah
Yang mendatar jadi keluhan

Kautidak faham
Tapi di hujung terowong
Aku disambut suria suam
Membisikkan semangat paling membakar
Yang hingga kini bernyala garang

Kautidak tahu
Di akhir perjalananku
Aku simpan semua cinta bahagia
Yang kukumpul padu jadi hidupku

Dan kauberdiri
Di ambang gerbang syurga
Menjadi pemimpin simfoni
Dendangan suara bidadari
Nyanyikan aku lagu paling mendayu
Sebuah lagu selamat datang

Qalam Bertinta
01062011

CINTA YANG KECUNDANG


CINTA YANG KECUNDANG

Suram dan hujan pagi ini
Membataskan ilham dan ingatan
Ingin aku berpuisi pada rintik yang turun
Namun semuanya terlontar di genangan
Yang semakin membesar

Hati…
Tidakkah kausedari
Nun jauh di sana
Seorang kekasih merintih pada takdir
Menghela nafas dengan kristal jernih deras di pipi
Hati…
Tidakkah kaumengerti
Di sini…seorang kekasih
Termanggu dalam seribu pertanyaan
Akukah yang tersilap bicara
Atau bicaraku yang sukar difahami

Hujan…
Menangiskah kaudengan tangisanku
Menangiskah kaudengan kesedihanku
Atau menangiskah kau
Dengan cerita lara
Antara aku dan dia
Rintik…
Akan kuraup setiap butiranmu
Kukepal dalam genggaman harapan
Kusulam menjadi arca kristal
Agar di suatu waktu mendatang
Akan kurenungmu
Dengan kenangan sebuah cerita sendu
Cerita tentang sebuah pengorbanan
Cerita tentang cinta yang kecundang
Dan yang pastinya
Cerita tentang kaudan aku

Dan hujan pun semakin merembas…!

Qalam Bertinta
27052011

TENTANG KITA


TENTANG KITA

Ombak tidak bisa mengerti
Pada deburan hati
Angin juga tidak pernah memahami
Tiupan lembut rindu
Namun dalam terjahan ombak
Ada cerita yang ingin kuperdengarkan
Dalam angin juga
Ada irama yang ingin kudendangkan
Bersenandung dalam sebaris ceritera
Cerita tentang kesedihan
Cerita tentang kegembiraan
Dan cerita tentang kita

Dalam ulitan lesu penantian terakhir
Ada raut bahgia pada jaluran rasa
Mengungkap misteri persoalan
Yang terendam dalam litup pertanyaan
Menanti pasrah pada titik jawapan
Biar digoncang tiupan sangkakala
Penantian ini tidak pernah bernoktah
Akan terus bercerita
Tentangkau
Tentang aku
Tentang kita

Biarkan ombak terus membadai
Kerna di situ…dalam buih terkilau
Ada harapan tersandar
Dan angin kini mengerti
Ada rindu yang tidak pernah berakhir

Qalam Bertinta
01062011

SETEGUH HARAPAN


SETEGUH HARAPAN

Dan…
Tika terlitup oleh pandangan suri
Aku mengintip dengan pandangan hati
Mengerti ada beza antara kita
Lantas…
Aku pasrah padanya
Cuma aku yang cuba mengukir takdirku
Dengan kalam tadbir yang tidak pernah akur
Pada rentak dan irama hidupku
Terkadang kelam
Terkadang sumbang

Dan…
Di sisir pantai hatimu
Kutebarkan jala cinta
Agar terperangkap semua rasa yang ada
Di hatimu dan hatiku
Dengan seteguh harapan
Agar di musim-musim yang mendatang
Aku akan berupaya memelukmu
Dengan bisikan di telingamu
“Aku bahgia kaumenjadi milikku”
Biarpun aku pasti
Tadbirku tidak mungkin mampu
Mengatasi takdirNya

Qalam Bertinta
30052011

CATATAN SEORANG PERINDU


CATATAN SEORANG PERINDU

Maaf
Kerna sering mengundangmu
Lewat mimpi-mimpi indahku
Saban malam

Maaf
Kerna sering membisu
Pada ketukanmu yang berulang
 Di pintu kamar hatiku
Sedang pada realiti
Akulah seorang perindu
Yang resah menunggu malam
Untuk terus bermimpi tentangmu
Yang mengintai di sebalik tabir
Merindui ketukanmu

Mungkin esok
Bersama siulan beburung pagi
Pintu kamar ini akan terbuka
Lalu aku pun
Terus menjemputmu masuk

Qalam Bertinta
12012011

Wednesday, 29 August 2012

RINDU INI MASIH SETIA



RINDU INI MASIH SETIA

Sayang...
Dalam menongkah arus rindu ini
Tidak pernah ada rasa lelah
Tidak pernah ada jemu
Biar bertukar musim
Rindu ini masih setia di sini
Sesetia aku menantimu
Dalam raut suci
Wajah sebuah cinta

Sayang...
Biar terlepas masa bahgia kita
Aku tidak pernah kecewa
Kepastianku setinggi Himalaya
Sedalam Atlantik
Pasti kau akan kutemu
Walau dalam litup waktu yang berbeza
Dan terasing dalam ikatan suci
Namun tidak pernah terpinggir
Dari lipatan hati

Dan...
Khusyuk sujudku di sejadah
Bertafakur dalam doa yang panjang
Agar ikatan suci dan lipatan hati
Bersatu dalam maksud yang penuh arti
Biarpun mungkin cuma
Di lantai syurga kita bersenda
Namun syukurku tidak pernah berpaling
Pada Pencipta
Kerna anugerah suciNya
Masih mampu kupertahankan
Demi sebuah rindu yang terdalam

Dan rindu ini datang lagi...!

Qalam Bertinta
08062011

DI SINI


DI SINI

Di sini
Lelah dalam mencari
Arti setia pada takdir
Arti kasih pada kelangsungan janji

Di sini
Dalam sebuah jasad
Yang mengheret kelukaan
Terlerai bersama kenangan
Tersungkur seiring harapan

Di sini
Berdiri teguh sang pencinta
Mendamba senyum
Pada wajah suram

Biarkan
Pencarian ini bersambung musim
Untuk menyulam racik kesalan
Agar bertaut menjadi hamparan
Kerana setiaku
Masih di sini...!

Qalam Bertinta
14/07/2010

MENAFSIR SUNYI


MENAFSIR SUNYI

Kutemui senyummu di langit
Setelah lama menjadi penanti
Pada bulan yang menyulam angkuh
Dari perca awan musim sepi

Bagaimana aku bisa menjadi pentafsir
Pada sunyi yang berbicara bahasa malam
Pada hati yang bersuara dalam diam
Tatkala leka meresahkan waktu
Dan asyik menganyam takdir

Tenang ini teracik gerimis
Menetes dari langking langit
Menyatu jadi embun...jadi tasik
Yang mencerminkan wajah siang
Mewarnai bianglala dalam gelita

Betapa aku masih mahu melukis
Setia pada langit senja
Dengan warna-warna gembira
Sampai akhir penantian ini

Akhirnya
Kutemui senyummu di langit
Setelah lelah menjadi penanti
Dan aku memilih untuk mencari

Qalam Bertinta
13022011

DALAM DIRI


DALAM DIRI

Menghitung rebahnya hari
Laksana bingkisan luka bermusim
Basah di kelopak mata
Menatap catatan gelisah
Umpama kejat mimpi sepermainan
Menjeruk di kolam rasa

Berkali aku cuba menghafal
Ungkapan indah dari genta purba
Perihal langit dan bumi
Mencari paksi antara tiangnya

Dengan bahasa mudah
Aku ingin faham indah pualam
Hidup barangkali kelangsungan

Bukan buih ombak
Bukan gelombang
Tidak sesekali landai
Kerdilnya diri ini
Sezarah pasir pantai

Qalam Bertinta
23102010

KISAH KAU DAN AKU


KISAH KAU DAN AKU

Telah kucoretkan dulu
Cerita cinta itu
Lalu kau menatapnya
Dan kuterima pujianmu
Yang tak terduga

Cerita itu kisahku
Tika diri mencari-cari arti
Tika cinta mula bersemi
Katamu dia adalah aku
Kataku dia adalah engkau
Kita bungkam dalam persoalan
Sampai kini tiada jawapannya

Mungkin bila ketemu
Kau akan bertanya
"Kisah siapakah itu?"
Aku dalam lembut memujukmu
Cerita itu benar
"Kisah kau dan aku"

Qalam Bertinta
05032011

ALGORITMA LAUT DAN HUJAN


ALGORITMA LAUT DAN HUJAN

Bila engkau seumpama laut dan hujan
Algoritma ini menerbitkan ombak dan hujan
Ombak itu pelukan
Hujan itu deras bisikkannya
Dan gemuruh adalah dentum cinta
Yang tak henti menghentam dada
Menghujamkan airmata ke penjuru semesta
Menjelma kepak-kepak camar
Yang menjaga samudera
Perahu itu aku

Di ujung tanjung
Debar jantungmu melambungkan ombak
Jemarimu menggulung rindu
Di ujung kelambu kalbu
Bermanja menghelai lembar demi lembar rambutmu
Seakan menyisir pantai
Pasir adalah kanvas perjalananku
Tempat setiap jejak kucetak dengan sajak
Jejak yang kauhimpunkan di lengan ombak
Memelukku...pantai itu aku
Selalu rapat di sisimu

Hujan...Di sudut buku kata-kata berdesakan
Memasuki guguran hujan
Langit seakan berkilatan
Menggoreskan tanda seru
Cahaya menjelma gemuruh
Hujan membasuh unggun sajakku
Menggeramas setiap aksara
Mengenangi ruh huruf dan bening airmata
Lalu tersisa sebagai butiran
Yang menitis di akhir kalimah
Dan di halaman berikutnya itu aku
Aku yang selalu hanyut bersamamu

Qalam Bertinta
15062010

RUMAH AWANMU


RUMAH AWANMU

Ceritakan padaku
Tentang pedihnya sebuah kehilangan
Yang terbang di atas awan senja...merah saga
Dan menyisakan ngilu menikam dada
Dalam derap waktu yang bergegas
Agar segera kubaluri hatimu
Dengan sejuk bening embun
Dan tulus cintaku

Ceritakan padaku
Tentang perihnya sebuah pengorbanan
Yang membakar habis segenap asamu
Dan meninggalkan sepotong lara
Mengendap di dasar kalbu
Agar kubuatkan untukmu
Rumah di atas awan
Tepat di puncak larik pelangi
Yang kubangunkan dari setiap desir rindu dan khayalku
Merangkai impian bersamamu
Dari bilik hatiku yang sentiasa percaya
Kebahgiaan kita adalah keniscayaan
Yang tak terlerai

Qalam Bertinta
23032011

MUARA BERNAMA CINTA


MUARA BERNAMA CINTA

Titis hujan yang melambai di kaca jendela
Ia mencari alamat sungai
Aku mencari alamat hatimu
Kutemukan telaga
Sebuah genangan sunyi
Tanpa ombak...tanpa nyanyi
Lalu kutenggelam dalam bening puisi
Itulah yang istimewa tentang dirimu
Ketika segayung hujan membasuhi telapak tanganmu
Aku terhanyut di situ
Lautan teduh dakapanmu
Maka aku menyamar hujan...memelukmu deras
Mencium parasmu dengan kecup rintik
Yang takpernah tuntas

Di telapak tanganmu
Aku mengembara tanpa henti
Menyusuri garis-garis keberuntunganku
Setiap garis adalah makna
Membawaku pada muara bernama cinta
Aku di situ...melukis sawah-sawah yang menguning
Dengan jejak hidupku
Rerumputan, ilalang, kenangan
Dan bunga-bunga rindu
Airmata dan semesta...hujan dan doa
Membentangkan tenda cahaya
Tempat kita menghabiskan waktu dan bara
Setiap bintang adalah kurnia
Setiap titik waktu yang kupetik untukmu

Aku ingin menulis
Seperti sebaris embun
Yang kauselipkan pada selaris kuntum di bibirmu
Cukup manis walau hanya sebait senyum
Aku tahu
Puisi takselalu tercipta dari kata
Tapi hanya dengan kata
Aku mampu menceritakan puisi ini padamu

Qalam Bertinta
09042011

DOA BUAT TEMAN (Untuk Teman Sealiran – Nurjiee Firdausi)


DOA BUAT TEMAN
(Untuk Teman Sealiran – Nurjiee Firdausi)

Dan dikejauhan ini
Dalam sujudku yang panjang
Dengan penuh kerendahan diri
Aku memohon padaMu Ya Allah
Lepaskanlah dia dari deritanya
Berikanlah dia kehidupan baru
Kau berilah peluang kepada sahabat kami ini
Untuk terus menikmati keindahan ciptaanMu
Dan untuk terus mensyukuri setiap pemberianMu
Ya Allah
Biar hanya di alam maya kami bertemu
Namun keakraban seperti bertahun telah kami lalui
Kami tidak mahu kehilangannya
Namun...andai sudah sampai masanya
Untuk Kau ambil kembali akan ciptaanMu ini
Apalah daya kami untuk mengatasinya
Kami redha seredhanya
Dan hanya doa serta airmata saja
Yang mampu untuk kami iringinya
Agar tempatnya di sana nanti
Telah Kau sediakan dengan haruman kasturi
Dan disambut dengan barisan bidadari
Yang mengucapkan selamat datang

Ya Allah...
Kembalikanlah senyumannya
Dan kegembiraan kami
Amin Ya Rabbal a'lamin

Qalam Bertinta
29082012
2039pm


DONGENG CINTA KITA


DONGENG CINTA KITA

Seandainya matahari
Kau beritahu indahnya malam
Melihat bintang-bintang sambil berbaring
Di atas jambangan lapang...bung rumputan
Tetapi engkau hadir di sisiku
Dengan bara melampaui hangatnya matahari
Embun yang turun pun menjelma api
Membakar langit...yang hanyut di sudut mataku

Tak ada puisi di mambang senja itu
Jika kau takmembisikkannya untukku
Membangunkan aku dari tumpukan kertas mimpi
Engkau menggelitik ujung penaku
Menggoda setiap kata untuk menari bersamamu
Menggelilingi api unggun terbakar
Dan berterbangan...menjelma bintang-bintang
Lihatlah huruf-huruf cinta itu
Menyusun dongeng di cakrawala
Dongeng yang nyatanya menyusul
Keabdian cinta
Kau dan aku

Qalam Bertinta
19052011

Monday, 20 August 2012

SENDALOKA RAYA KE TIGA


SENDALOKA RAYA KE TIGA

Hari ni dah masuk raya ketiga
Suasananya masih lagi terasa
Kunjung mengunjung belum lagi reda
Sana sini masih banyak rumah terbuka
Kalau dijemput pergi aje kat mana yang suka
Bukan senang nak makan percuma
Setahun sekali…hentam saja

Anak-anak tersenyum suka
Dok mengira-gira duit raya
Yang dikumpul dari merata
Macam-macam dalam minda mereka
Nak beli apa-apa saja
Yang dah dok idam sekian lama
Inilah masa terbaik yang mereka ada

Emak bapa mula garu kepala
Sampai rambut pun tumbuh tak sekata
Memikirkan lepas ni nak jadi apa
Duit yang tinggal pun dah tak seberapa
Banyak lagi yang nak dibelanja
Silap-silap mau tidur dengan mata terbuka
Mulalah mengigau yang tah apa-apa

Walau raya setahun sekali aja
Kenalah selalu berwaspada
Jangan belanja bagai nak gila
Beli apa saja yang suka
Kuih aje sampai tak boleh nak kira
Hingga tak tahu nak letak mana
Habis raya, senyum pun macam terpaksa

Ini sendaloka raya ketiga
Tak ada niat nak mengata
Saja nak suka-suka
Daripada tak buat apa-apa
Dari dok mengumpat dan mengata
Lebih baik bersenda dengan kata-kata
Terhibur juga hati yang gulana

Sampai di sini berhentilah Qalam Bertinta
Nak pergi beraya rumah saudara mara
Yang mana belum dok tunjuk muka
Nanti apa pula kata mereka
Kenalah juga jaga adab budaya
Yang muda hormati yang tua
Barulah adat tak kan tercela
Dan sampai bila pun mereka ingat kita

Selamat Hari Raya
Selamat bersuka ria
Selamat semuanya…

Qalam Bertinta
21082012
1257pm

KEMERDEKAAN PADA MEREKA YANG BUTA

KEMERDEKAAN PADA MEREKA YANG BUTA

Merdeka!
Merdeka!
Merdeka!
Kata keramat yang dilaungkan
Di seluruh negara
Pada setiap 31 ogos
Dengan penuh semangat
Semangat yang berkobar-kobar

Namun disetiap kata merdeka itu
Tahukah siapa yang berkorban atau terkorban
Demi sebuah kata-kata
Yang hanya mengandungi tujuh ayat sahaja
Yang dijeritkan setiap tahun
Tanpa ambil peduli
Bagaimana sejarah lemerdekaan dicipta

Dan kepada kita yang melaungkan merdeka
Tahukah kita pada sejarah
Kenalkah kita pada pejuang sejati kemerdekaan
Kenalkah kita pada Dato’ Maharaja Lela
Dato’ Sagor, Ngah Ibrahim, Pandak Endut
Kenalkah kita pada Laksamana Mohamad Amin
Mat Kilau, Dato’ Bahaman atau paling tidak pun
Si Puntum yang menamatkan riwayat J.W.W Birch
Kenalkah kita semua akan pejuang ini
Yang berkorban kedudukan, maruah hatta nyawa
Demi seungkap perkataan
Yang dilaungkan setiap tahun

Butakah kita
Atau kita telah dibutakan
Dengan sejarah sebenar tentang kemerdekaan
Dengan sejarah perjuangan
Oleh pejuang yang tulin
Yang bergelumang dengan airmata dan titisan darah
Berbanding dengan mereka-mereka
Yang hanya duduk di meja bulat
Minum-minum sambil menghisap curut
Kononnya berbincang tentang kemerdekaan
Sedangkan hakikat sebenarnya
Hanya menyembah pada penjajah
Demi sebuah kata-kata tujuh huruf
Yang sebenarnya hanya bersendikan
Akan perjuangan sebenar
Wira-wira silam
Yang tidak pernah bertuankan penjajah
Dan tidak pernah berkiblatkan barat

Merdeka!
Merdeka!
Merdeka!
Walau pun hakikatnya
Kita masih lagi dijajah…

Qalam Bertinta
21082012
1111am

DUA NAFSU


DUA NAFSU

Mencari arti kelangsungan hidup
Tika cuba menghidupkan berbagai cerita
Di pentas dunia ini
Dengan memainkan watak-watak
Yang tercipta dan dicipta sendiri
Atas nama sebuah kehidupan
Yang penuh tandatanya

Memainkan peranan masing-masing
Untuk mewarnakan setiap kisah
Dengan warna kebenaran dan kepalsuan
Dan warna realiti serta ilusi
Tanpa mengenal arti dosa dan pahala
Demi hanya tuntutan dua nafsu
Nafsu duniawi…nafsu syurgawi

Dan di hujung lakonan dunia itu
Ada titik yang bertanda soal
Benarkan watak yang kulakonkan ini?
Atau sekadar meneruskan kelangsungan hidup
Demi keindahan duniawi yang kucari
Sedangkan syurgawi semakin terpinggir

Dan di akhirnya
Aku memilih untuk diam…

Qalam Bertinta
20082012
2039pm

Tuesday, 14 August 2012

RINDU INI RINDU AKU


RINDU INI RINDU AKU

Rindu ini telah sekian lama terukir
Di kajang rasa…di kajang hati
Cuba kusulam kembali
Ketika bulan tersenyum angkuh
Dan bintang-bintang
Sembunyi di lowongan hitam…pekat
Tanpa menyinar…tanpa binar

Pun di sana
Adakah kau rasa getaran rindu ini
Ketika aku di sini penuh siksa
Mengutip serpihan-serpihan rindu
Yang bertebaran di padang rintih
Membentangkan setiap kelukaan
Dan sengsara itu aku
Yang bertatih menyusur lorong-lorong hampa
Mencari jejak-jejak yang kau tinggalkan
Tanpa tanda…tanpa apa-apa

Penantian rindu ini tidak akan berakhir
Kerana rindu ini rindu aku
Rindu yang kuhimpun dari semua rasa yang ada
Yang tertancap kukuh di juzuk cintaku
Dan kusandarkan pada sebuah keyakinan
Biarpun harapanku semakin menipis
Senipis kabus subuh yang membidai
Dan senipis cinta yang ada di hatimu

Qalam Bertinta
15082012
0043am

Sunday, 12 August 2012

DUSTAMU YANG TERHIJAB


DUSTAMU YANG TERHIJAB

Kurenungi satu persatu
Akan setiap huruf-huruf
Yang kaususun baris demi baris
Kaujadikan bait-bait janji
Yang kauungkapkan padaku
Dengan kelembutan dan rayuan
Di saat kecewaku kupamerkan

Indah dan teratur segala janjimu
Membuatkan aku sering terkhayal
Dalam ilusi yang  panjang
Dan dalam lena yang indah
Bak dibuai irama perindu
Seperti mengelus aku
Dalam bahgia yang sempurna
Hingga membuatkan aku lupa
Di sebalik janji-janjimu itu
Ada dusta yang terhijab

Kini setelah semuanya kusedari
Aku menjadi semakin mengerti
Janjimu sekadar susunan kata
Yang kaugubah bersendikan dusta
Dan kaukalungkan ke leher harapanku
Agar percayaku tidak akan tertumpah
Pun agar dustamu
Semakin terhijab

Dan hijabmu semakin melabuh…!

Qalam Bertinta
12082012
2153pm
 


 

Thursday, 9 August 2012

JANJIMU SEBENING EMBUN PAGI


JANJIMU SEBENING EMBUN PAGI

Sepi yang mencipta bening
Ketika aku tersedar
Semua itu adalah sandiwaramu
Mencipta indah di sebalik janji
Yang kauberi pada setiap katamu
Melenakan aku dalam khayalan indah

Kaubariskan setiap aksaramu
Dengan alunan rindu dan sayang
Kauberikan aku semua keindahan
Yang takpernah kuimpikan selama ini
Namun semuanya kaubalut dengan kepalsuan
Hingga membunuh setiap rasa parcayaku

Kini aku semakin mengerti
Janjimu hanyalah sebening embun pagi
Memancar sinar yang sementara
Berkilau tika mentari masih beradu
Dan hilang bila siang mula menjengah
Yang akan kautinggalkan
Untuk menanti malam yang kaurindukan

Kini sering aku rasakan
Langkahan cintaku kian melemah
Ketika aku
cuba bangunkan
Akan setiap keyakinan dan harapan
Kaucipta akan janji-janji palsumu
Tanpa ada sedikit pun rasa sesal
Tanpa sedikit pun ada rasa noda

Dan kepercayaanku
Bertebaran dengan janji yang kaumungkiri…!

Qalam Bertinta
10082012
1415pm


 

KECEWA YANG NYATA


KECEWA YANG NYATA

Tertunduk
Tika kau mula bercerita
Tentang ketidakupayaanmu
Membelenggu akal fikir
Harapan bersama telah sirna
Berkasih sayang menjalin rasa setia
Dan istana cinta terbangun dengan percuma
Megahnya membuatku tak berdaya
 
Pasti
Kerna di penghujung ceritamu
Detak kehampaan mula kau bentuk
Di hatiku…di dadaku…di jiwaku
Yang terpadam semuanya
Setiap paparan mimpi indahku
Terkubur tanpa rasa…tanpa tanda
Tanpa sesiapa

Mungkin
Semuanya tidak kau pandang
Kerna mimpi itu mimpi aku
Bukan mimpimu
Impian itu juga impian aku
Bukan impianmu
Tanpa kau sudi hadir
Untuk membina semuanya
Jadi nyata

Tersibaklah kecewaku yg nyata…!

Qalam Bertinta
09082012
2233pm
 


KECEWA YANG MENGENDAP


KECEWA YANG MENGENDAP
 
Sudah lama ingin lepas dari kenyataan
Yang harus diterima
Tetes airmata dipaksa menghentikan
Walau di dalam sini tangis itu berlanjut
Kediaman yang kucipta
Membekukan hati dan pikiran
Dan semangat hidup

Kecewa itu
Semakin melebar dalam semua diri
Sampai batas kaki kebingungan hati
Mencari pelarian di antara indahnya mimpi
Wajah indah dari masa lalu
Ikut menambah beban dalam melangkah
Lelah menunggu… semuanya berubah
Hati ini sudah tak sanggup
Untuk berbicara…ingin berteriak sekerasnya
Ingin melepaskan
Semuanya yang buat kecewa
Tak ada lagi senyum di dalam sini
Yang ada hanya rasa
Kecewa dan putus asa

Dan dustamu kian berpanjangan…!

Qalam Bertinta
10082012
0017am

Wednesday, 8 August 2012

GADIS ITU


GADIS ITU

Gadis itu
Terpaku di tepian telaga
Dengan tatapan kosong
Menatap hamparan air di hadapannya
Seluruh penjuru mata angin telah dilewati
Namun tidak ada satu titik pun
Yang memberinya kepuasan
Kekosongan makin senyap
Dan dilitup waktu yang berlari
Cuba mengheret kelukaan
Yang mendamparkannya
Ke muara sepi

Bersama helaan nafas panjangnya
Ada jernih kristal di pipi
Jatuh di telapak tangannya
Mengalir di garis-garis sungai
Yang menitis di hujung jarinya
Jadi tasik
Dan ombak itu rindunya

Dengan sorotan mata meredup
Cuba menyulam pandangan hati
Yang hanyut dengan kelukaan semalam
Ketika cintanya dihumban ke laut duka
Yang membentang karang-karang tajam
Menghiris setiap helaian daunan rindunya
Dan pantai itu kisahnya

Terjalin bersama buih dan zarah pasir
Disirat dengan benang-benang rapuh
Yang memintal jadi tali
Tanpa ada keyakinan
Untuk berpaut
Untuk menyandar
Pada letih yang panjang
Di saat cintanya mula bertamu

Qalam Bertinta
27/03/2012
21:31pm

Tuesday, 7 August 2012

IMPIANKU YANG REBAH


IMPIANKU  YANG REBAH

Kulabuhkan impian ini di hujung malam yang panjang
Tika gerimis senja masih berdendang malas
Dan mentari malam seperti tersenyum menyindir
Membakar…menghanguskan satu persatu huruf-huruf harapan
Jadi abu…jadi debu…jadi airmata
Dan sunyi itu aku
Berdiam tanpa ada suara
Cuba menyeka bening-bening kristal
Yang menitis jadi embun…membeku
Dan bintang pun turut mengerti
Melihat impian yang kian merebah

Di hujung malam yang turut menangis
Kerna impian yang turut rebah…berselerakan
Membunuh setiap asa di dada harapan
Melebur dalam relau kecewa
Jadi duka…jadi luka…jadi sengsara
Dan kecewa itu juga aku
Bukan untuk menjadi pentafsir
Ketika harapan berada di titik akhirnya
Sekadar cuba memahami…menyelami
Masihkah ada ruang untuk secuil harap
Di saat kata akhirmu telah bernoktah
Dan di saat harapan telah kukuburkan

Pun impianku kian merebah…!

Qalam Bertinta
08082012
0957am

Monday, 6 August 2012

LAKUNAN DI PENTAS HIDUPKU


LAKUNAN DI PENTAS HIDUPKU

Aku mencari arti setia
Di lorong-lorong janji yang terbina
Dengan keyakinan yang kau pamerkan
Di saat cinta yang semakin menjauh
Seolah enggan menyapa lagi
Hanya melintas…tanpa menoleh

Setiap bisikan katamu
Membawa aku jauh berlari ke langit
Hingga tanpa aku sedari
Ada sandiwara di setiap barismu yang terungkap
Yang akan menghidupkan watak paling sengsara
Di atas pentas kehidupanku

Dan kesudahannya
Di pentas hidupku ini
Aku kembali sendirian
Melakunkan semula watak lama
Yang pernah aku lakunkan
Berseorangan… tanpa ada sesiapa!

Dan lakunan ini masih lagi berterusan…
 

Saturday, 4 August 2012

KETERBATASAN ILUSIKU


KETERBATASAN ILUSIKU

Lelah saat malam menghampiriku
Rasa ingin bersandar di bahumu terusik di benakku
Namun tangan ini tak mampu meraihmu
Saat kau berada jauh di sana
Hanya tetes air mata menjadi teman lelahku
Menangis karna saat rindu datang kau tiada di sisiku

Terang rembulan temani dalam kesendirian
Bertabur bintang yang indah
Ajakku ke dalam mimpi
Mimpi yang selalu datang
Ketika kau menjemputku
Membawaku ke singgasana yang indah

Namun semua itu hanya sebatas mimpi
Karna selamanya kau tetap berada di sana
Di kejauhan pandanganku
Dan tak mungkin untuk kau menjemputku
Untuk menjadikan mimpi ini
Dalam kenyataan yang menzahirkan

Dan ilusi itu semakin meresahkan…!

Qalam Bertinta
04082012
0009pm

AKU ADALAH RINDU, PUISI DAN AIRMATA


AKU ADALAH RINDU, PUISI DAN AIRMATA
 
Aku…adalah
Nada rindu yang tertinggal
Yang tersimpan dalam jejak-jejak sunyi
Dan jiwaku…rindu
 Aku…adalah
Puisi-puisi rindu yang terpendam
Yang kau titipkan bersama resahnya angin malam
Dan jiwaku…rapuh
 
Aku… adalah
Airmata yang mengalir terbuang
Menetes di setiap luka yang kau beri
Dan jiwaku…terluka.
Merengkuh…rasa takut
Tanpa perlu susut
Kuterdiam dan terbangun dari ilusi
Namun aku tak memilih… untuk pergi

Biar ini menjadi mimpi terindahku
Walau rindu yang terbelenggu
Ingin memilikimu… menyiksa aku

Qalam Bertinta
04082012
2217pm

Friday, 3 August 2012

KEMARILAH KEKASIH


KEMARILAH KEKASIH

Kemarilah kekasih
Di sini setiaku untuk menunggu
Tak pernah luntur
Hadirlah…bawa cintamu
Basahkan setiap helai kelopak rinduku
Dengan titisan kasih dan sayangmu

Kemarilah kekasih
Aku masih tetap di sini
Kaku dan membatu
Hadirlah…bawa senyummu
Serikanlah akan setiap jagaku
Dengan cahaya cintamu

Kemarilah kekasih
Penantianku tidak berakhir
Hadirmu kuyakini
Tidak pernah kuragui
Kau akan datang dengan seluruh cintamu

Qalam Bertinta
03082012
1513pm

Thursday, 2 August 2012

IZINKAN KUREBAH DI LENGAN RINDUMU


IZINKAN KUREBAH DI LENGAN RINDUMU

Kutitipkan salam tika langit petang membalam suram
Berbisik di telingaku desir  angin menyampai pesan
Pesan tentang kasih…pesan tentang sayang
Teralun dalam lembutnya semilir angin
Menyapa damai, tenang dan menyamankan

Izinkan kurebah di lengan rindumu
Agar dapat kurasakan lembut nafasmu
Dan dapat kudengar juga detak indah jantungmu
Biarkan cintamu mengusap lenaku
Moga mimpiku akan bertemu di muara kasihmu
Agar aliran cinta kita seiring menghilir
Menjadi satu hingga ke lubuk cinta kita

Kejutkan aku tika senyumku masih panjang
Agar rindu ini terus bersambung hari
Dan kita bersama membentangkan sejadah harapan
Dengan doa yang tak pernah tuntas
Moga cinta ini bersatu di puncak
asmara kita
Qalam Bertinta
02082012
2217pm

Wednesday, 1 August 2012

SAYAP ASMARA


SAYAP ASMARA

Kasihku
Jangan kau bersedih dalam lamunan
Tiada guna hidup yang sementara ini risau dalam angan
Percayalah sayang
Hapuslah airmatamu
Kerna engkau tidak sendiri lagi
Bersama kita akan seberangi lautan asmara
Sebab aku percaya
Sayap kita akan mampu terbang tinggi
Menggapai negeri di balik awan
Yang berhias eloknya pelangi cinta
Dan agar tidak lagi kusapa duka
Di bening indah matamu

Qalam Bertinta
04022012
1605pm