TANGISAN
LANGIT TANGISANKU
Kulewati jalanan
ini
ketika langit
menangis hebat
menyiram tubuh
gigilku
lalu di
perhentian ini
aku berhenti
sejenak
mengeringkan
tubuh
untuk meneruskan
perjalanan
yang masih
panjang lagi.
Di perhentian
ini
jendela kenangan
kembali terbuka
tika pertama kali engkau kutemu
tika pertama kali engkau kutemu
di saat begini
saat langit menangis hebat
saat langit menangis hebat
saat sapaan
mengundang rasa.
Memandang semua
sudut perhentian ini
masih tergambar di pandanganku
masih tergambar di pandanganku
suaramu,
senyummu dan malumu
membuatkan aku
seperti hanyut
dalam kenangan
yang panjang
bersama desir
hujan
yang enggan
mereda
pun semakin
menggila.
Dan aku pun
menangis bersama langit.
Qalam Bertinta
Qalam Bertinta
06102012
2219pm

0 comments:
Post a Comment